Nama latin: Tamarindus indica Linn

Nama daerah: Tangkal asam; Acem; Celagi

Deskripsi tanaman: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september – oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong.

Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 – 300 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.

Kandungan kimia: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.

Khasiat: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif

Nama simplesia: Tamarindori Pulpa Cruda

Resep tradisional: 

Demam:
Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Eksem:
Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml

Nyeri haid:
Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Sumber : https://tanamanherbal.wordpress.com/2007/12/09/asam/

Read More >>

Nama latin: Ficus septicum Burm.b.

NAMA DAERAH: Sirih popar (Ambon) Tagalolo, Bei, Loloyan (Minahasa); Ki ciyat (Sunda); Awar awar (Jawa); Bar-abar (Madura); Awar awar (Belitung); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate). NAMA ASING: Papua New Guinea: omia (Kurereda, Northern Province), manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), bahuerueru (Vanapa, Central Province). Philippines: hauili (Filipino), kauili (Tagalog), sio (Bikol).

Deskripsi tanaman:
Pohon atau semak tinggi , tegak 1-5 meter. Batang pokok bengkok bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening. Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 kali 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok karena warnanya yang pucat. Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkaInya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal, pada yang lain bunga betina. Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5 – 2 cm. Waktu berbunga Januari – Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m dpl, banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.

Habitat: Tumbuh liar sebagai tanaman pengganggu pada dataran rendah sampai 1200 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Flavonoid; Sterol; Khasiat: Sudorik; Diuretik; Emetik

Nama simplesia: Fici septicae Folium

Daun Ficus septica dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis dan Escherichia coli secara in vitro, hasil pengujian bioautografi dilaporkan bahwa 4 g ekstrak daun awar awar yang larut dalam Metanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Antofin (5 g) berefek sebagai antibakteri (B. subtillis, M flavus dan E. Coli)

Resep tradisional: 
Herpes, Sakit kepala, Rematik:

Daun awar-awar segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis sampai berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian kulit yang sakit

Sumber : https://tanamanherbal.wordpress.com/2007/12/09/awar-awar/
Read More >>
Jus yang hanya berbahan dasar tiga bahan alami ini terbukti mampu membantu menghilangkan lemak di tubuh (yang membuat anda tidak percaya diri) hingga 3 kg hanya dalam waktu 5 hari. Jus ini juga bisa membakar kalori, menguras racun dan mengurangi cairan berlebih dari dalam tubuh anda. Namun agar semuanya bekerja secara maksimal dan sesuai dalam jangka waktu yang ditentukan, maka anda harus mengonsumsi jus ini secara teratur, disamping tambahan vitamin dan mineral yang diperlukan.

Penasaran, bahan – bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat jus ajaib pembakar lemak ini? Berikut yang perlu anda siapkan:


  1.  Satu gelas air putih
  2. Satu buah lemon
  3. Satu ikat peterseli (seledri)


Peterseli kita pilih disini karena mengandung antioksidan melimpah seperti beta karoten, zeaksantin, dan vitamin C, E dan K. Cincang sampai halus peterseli yang sudah anda siapkan tersebut, kemudian peras jus lemon kedalam segelas air. Campurkan peterseli kedalam gelas jus lemon yang sudah anda peras tadi dan aduk – aduk hingga merata.

Cara mengonsumsinya, cukup minum jus ini pada saat perut masih kosong selama lima hari berturut – turut dan harus teratur. Setelah mengonsumsinya selama lima hari, istirahatkan untuk tidak minum jus selama 10 hari.

Selain mengurangi lemak dalam tubuh, Manfaat lain dari minum campuran jus lemon dan peterseli ini juga dapat:


  1. - Mengobati infeksi saluran kemih
  2. - Dapat mengurangi peradangan dan meringankan sakit bagi penderita Rheumatoid Arthritis      (Peradangan sendi kronis)
  3. - Menghambat pertumbuhan tumor dan menyeimbangkan karsinogen.
  4. - Melancarkan menstruasi pada wanita


Karena jus ini dapat merangsang aliran menstruasi, maka ada beberapa pantangan yang harus diperhatikan, diantaranya:


  1. - Jus ini tidak boleh diminum oleh wanita yang sedang hamil.
  2.  -Jus ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang menyusui, karena mengonsumsi    peterseli    dalam  jumlah yang banyak sekaligus dapat mempengaruhi air susu ibu
  3.  -Jangan minum jus ini jika anda menderita penyakit ginjal.
  4.  -Jangan konsumsi jus ini jika anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah.


Sumber : http://www.gitanews.com/2015/07/kurangi-3-kg-lemak-tubuh-dalam-5-hari.html
Read More >>
Jangan menilai buku dari sampulnya. Begitu juga dengan makanan. Jangan hanya menilai sebuah makanan dari rasanya saja. Hal ini juga berlaku untuk sayur pare. Rasa pare yang pahit membuat sayur ini tak begitu digemari.

Tetapi jangan salah, ternyata di balik rasa pahit pare terdapat manfaat kesehatan yang luar biasa. Jus pare diketahui mengandung enzim yang bisa mencegah transportasi glukosa, sehingga bisa memotong suplai makanan untuk sel kanker.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika jus pare dipaparkan pada sel kanker pankreas, perkembangan sel kanker terhambat dan mati. Percobaan pada tikus juga menunjukkan bahwa tikus berisiko 60 persen lebih rendah terkena kanker setelah diberi makan pare.

Hal yang sama pun ditemukan pada sebuah penelitian pada tahun 2013. Penelitian tersebut mengungkap bahwa jus pare bisa memiliki efek yang sama pada kanker leher dan kanker kepala.

Tumor langsung berhenti tumbuh dan mati setelah terkena jus pare tersebut, seperti dilansir oleh Daily Health Post. Sebelumnya, peneliti juga menemukan bahwa pare sangat efektif untuk digunakan merawat pasien diabetes.

Diabetes biasanya disebabkan oleh banyak faktor, misalkan ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi insulin dan mengontrol tingkat gula dalam darah, serta kemampuan sel untuk menyerap insulin. Karena jus pare menginterupsi jalannya glukosa dalam darah, tingkat tersebut akan berkurang.

Zat dalam pare juga merangsang sel membran untuk menerima gula. Di China, jus pare juga digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan luka, mengatasi demam, batuk, masalah kulit, dan obat antivirus.

Pada pengobatan modern, pare banyak digunakan untuk membantu menurunkan berat badan, mencegah terbentuknya batu ginjal, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menghilangkan racun dari lever.

Tak ada salahnya mencoba sayuran yang pahit ini jika Anda ingin mendapatkan manfaat hebat yang terkandung di dalamnya. Anda bisa memasaknya dengan garam untuk menekan rasa pahitnya.


Atau jika tak yakin, tahan napas Anda, tutup mata, dan langsung telan sayur pare dalam potongan kecil. Namun jangan memakannya terlalu banyak karena pare juga bisa memicu sakit perut dan diare.
Sumber : merdeka.com
Read More >>
Mengkudu (Morinda citrifolia) atau keumeudee (Aceh); pace, kemudu, kudu (Jawa); cangkudu (Sunda); kodhuk (Madura); tibah (Bali) berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman ini adalah noni (Hawaii), nono (Tahiti), nonu (Tonga), ungcoikan (Myanmar) dan ach (Hindi).

Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3–8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.

Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Karena itu, mengkudu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Khasiat:
Hipotensif, Autelmintik, Emenagog

Bagian tanaman yang digunakan:
Buah, Akar, Daun

Cara Pengobatan:

1. Amandel: 
    Buah mengkudu ( parut )1 buah, Air  matang 100 ml, Diseduh lalu                 beningangnya ditambah madu 1 sedok teh,  Untuk berkumur, ramuan tidak       berbahaya bila tertelan.

2.Limpa membesar:
   Buah mengkudu ( parut ) 2 buah, Cuka encer sedikit, Peras dan             saring, Diminum 1 hari sekali 1 ramuan.

3.Sariawan:
   Buah mengkudu ( parut ) 1 buah, Buah pisang batu 2 buah, Air 110 ml,       Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

4. Tekanan Darah Tinggi :
    Buah mengkudu ( parut ) 1 buah,Air matang 100 ml, Diseduh, Diminum 1         kali sehari 100 ml.

Demikianlah ulasan ringkas ini semoga bermanfaat.
Sumber di ambil dari buku : penyembuhan alami dengan herbal & pijat refleksi by MB.RAHISMYAH.AR

Read More >>